PROPOSAL KEGIATAN SEMINAR DAN LOKAKARYA INSTITUT DIALOG ANTARIMAN DI INDONESIA

Tuesday, May 12, 2009
PROPOSAL KEGIATAN SEMINAR DAN LOKAKARYA
INSTITUT DIALOG ANTARIMAN DI INDONESIA (Institut DIAN/Interfidei) bekerjasama dengan YAYASAN SINAR MORAL INDONESIA
Kupang, 4-7 Desember 2006
1. Latarbelakang
Isu dan persoalan di sekitar “pluralisme, konflik dan perdamaian” tetap actual dan relevan di Indonesia. Ketiganya selalu berkaitan. Pluralisme, selamanya memberi implikasi kepada dua hal : konflik dan perdamaian. Bila pluralisme dipandang dan dijadikan keadaan atau kekuatan yang dapat menciptakan konflik dan dipakai untuk berkonflik, maka segala bentuk perbedaan yang ada dalam masyarakat akan menjadi potensi konflik atau yang menciptakan konflik. Mungkin konstruktif, tetapi lebih mungkin destruktif – sebagaimana yang biasanya terjadi di Indonesia. Namun bila pluralisme dipandang dan dijadikan keadaan atau kekuatan untuk hidup damai atau membangun perdamaian, maka segala bentuk perbedaan menjadi kekuatan untuk itu.
Selama dua tahun terakhir kasus-kasus yang memunculkan issue pluralisme agama semakin merebak, tidak sebatas antaragama atau intra agama, tetapi juga berkaitan dengan etnisitas. Ada gerakan-gerakan yang mengatasnamakan agama atau etnis tertentu melakukan “pengadilan” terhadap kelompok komunitas agama lain atau “aliran” di dalam agama yang sama, bahwa yang lain itu bukan agama atau bukan seperti agama atau alirannya, karena itu perlu ditolak, dihancurkan atau “dipaksa’ untuk ikut bergabung menjadi “satu dan sama”. Ini bukan saja dilakukan secara tunggal oleh kelompok seperti Front Pembebas Islam (FPI), tetapi di belakang atau di sekitar mereka ada juga kelompok-kelompok lain, termasuk dari pihak aparat, penguasa, partai politik yang secara langsung atau tidak langsung didukung oleh lembaga keagamaan dalam arti luas.
Keadaan semacam ini tidak jarang mengikutsertakan isu dan persoalan etnisitas dari kemajemukan etnis/suku yang ada di daerah tertentu di mana konflik itu terjadi. Hal yang dalam konteks Indonesia biasanya sulit dipisahkan bila sudah ”menyatu” dengan isu dan persoalan agama.
Persoalannya adalah, apa yang dilakukan menggunakan kekerasan : pengrusakan, pembakaran dan penutupan rumah tinggal serta tempat ibadah komunitas agama atau aliran agama tertentu, atau tempat berkumpulnya komunitas etnis tertentu. Melakukan pengusiran warga masyarakat golongan agama atau aliran atau etnis tertentu yang kebetulan beragama sebagaimana agama yang tidak dikehendaki oleh kelompok yang melakukan kekerasan, dari wilayah tempat tinggalnya entah ke mana. Kenyataan ini sama sekali tidak bisa diatasi oleh pemerintah - negara, bahkan sebaliknya justru melanggengkan suasana tidak aman serta ketegangan antara yang satu dengan yang lain.
1
Sebut saja kasus Ahmadiyah sebagaimana yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia, termasuk di Lombok-tetangga dekat NTT/Kupang. Dalam beberapa tahun terakhir ini kelompok Ahmadiyah di Indonesia mengalami berbagai tindak kekerasan dari sesama kelompok muslim. Pengakuan mereka sebagai kelompok yang beragama Islam tidak diakui oleh kelompok muslim tertentu karena dianggap memiliki ”Nabi” lain sesudah Nabi Muhammad saw. Hal yang tidak dapat diterima dan dibenarkan oleh kelompok Islam ”formal” yang diperkuat dengan Fatwa MUI.
Kasus lain – yang khusus dialami masyarakat NTT adalah ketika pelaksanaan eksekusi atas Tibo, Cs. Masyarakat di NTT turut merasa sepenanggungan selaku warga masyarakat se-etnis sekaligus seagama (dalam hal ini Katolik). Apa yang terjadi di Poso dan Palu yang sebenarnya secara geografis sangat jauh dan dari segi persoalan tidak ada kaitan sama sekali, tetapi emosi ”sepenanggungan” karena etnis dan agama, membuat sebagian masyarakat NTT bereaksi dengan melakukan tindak kekerasan.
Pada waktu yang sama kenyataan bahwa di mana-mana di Indonesia sedang mewabah beraneka macam penyakit, kesulitan mendapatkan pekerjaan, ketidakadilan sosial, politik, ekonomi, hukum yang membuat masyarakat menjadi korban. Praktek korupsi yang tidak habis-habisnya. Alhasil masyarakat, tidak saja menjadi semakin bingung, gelisah dan miskin, tetapi juga berusaha mencari jalan keluar sendiri dengan cara kekerasan atau terpaksa melalui jalan pintas, mencuri bahkan bunuh diri. Semua ini sudah menjadi tidak asing lagi di dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh keadaan ini merupakan kenyataan konkrit yang dihadapi masyarakat, yang memiliki potensi konflik luar biasa. Dalam konteks lokal, kenyataan seperti ini terjadi di Kupang dan NTT umumnya. Kemiskinan, keterbelakangan pendidikan, sakit-penyakit, semuanya berada bersama dalam lilitan lingkaran permainan politik yang tidak murni berpihak pada kepentingan masyarakat dan kebutuhan konteks setempat, keadaan ekonomi yang lebih menguntungkan mereka yang memiliki kekuatan politik-kekuasaan.
Tidak ada maksud untuk menumpukkan seluruh persoalan ini ke “pundak” agama-
agama, tetapi jelas agama-agama hendaknya memiliki peran yang konstruktif dalam
proses transformasi dan reformasi kehidupan masyarakat, sehingga menjadi lebih baik. Demikian halnya dengan budaya, terutama budaya lokal. Sebab dapat dipastikan ada kearifan-kearifan budaya lokal yang dapat menjadi kekuatan masyarakat NTT untuk membangun kehidupan bersama di NTT.
Pertanyaannya, di mana letak fungsi dan peran transformatif, reformatif dan konstruktif agama-agama? Wujud tanggungjawab seperti apa yang dapat dilakukan agama-agama dalam hal membantu masyarakat untuk mengatasi dan menemukan “jalan keluar” dari berbagai kesulitan ini? Bagaimana masyarakat yang majemuk mampu melihat persoalan ini sebagai persoalan bersama yang memerlukan kerjasama konkrit untuk menghadapi dan mengatasinya?
2
Pertanyaan yang sama juga, yaitu terhadap budaya lokal. Apakah yang disebut budaya lokal NTT masih hidup dan berfungsi untuk menata dinamika pluralitas kehidupan masyarakat Kupang atau NTT pada umumnya?
Dalam konteks persoalan seperti di atas itulah, dianggap penting untuk menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Lokakarya di Kupang.
2. Nama Kegiatan
Kegiatan ini bernama Seminar dan Lokakarya ”Pluralisme, Konflik dan Perdamaian : dalam konteks pluralitas masyarakat NTT di Kupang”.
3. Maksud dan Tujuan
3.1. Umum
Mendorong masyarakat di Kupang untuk mampu membangun sebuah masyarakat majemuk yang dinamis, menghargai perbedaan dan menjadikannya sebagai kekuatan bersama dalam hidup bermasyarakat.
3.2. Khusus
a. Membantu masyarakat untuk mampu menemukan dan mengkaji persoalan-persoalan yang ada dalam konteks kehidupan mereka yang ”mengganggu” dinamika kemajemukan di masyarakat.
b. Membantu masyarakat untuk menemukan relevansi peran dan fungsi agama-agama serta budaya lokal dalam konteks persoalan setempat.
c. Memberdayakan masyarakat dalam hal mengelola kemajemukan dalam konteks persoalan setempat.
4. Yang Diharapkan
a. Supaya kehidupan masyarakat majemuk di Indonesia, khususnya di Kupang, NTT
mengalami dinamika hidup yang konstruktif.
b. Supaya kemajemukan masyarakat bisa menjadi kekuatan ”inspiratif” yang dapat
membantu masyarakat menemukan solusi yang tepat untuk keluar dari persoalan
hidup sehari-hari.
5. Kelompok target/sasaran
Peserta adalah mereka, individu atau lembaga yang memiliki visi dan misi yang relevan dengan tema serta bersedia untuk mengikuti kegiatan ”belajar bersama” ini dalam sebuah proses yang terbuka, langsung dan dinamis. Peserta berasal dari latarbelakang gender, agama, etnis, pendidikan, kehidupan sosial yang berbeda. Untuk seminar jumlahnya maksimal 100 orang, sedangkan untuk lokakarya 35 orang.
3
6. Bentuk kegiatan
Kegiatan akan berlangsung dalam 2 (dua) tahap. Jarak antara tahap pertama dan kedua, antara 3-4 bulan. Bentuknya Seminar setengah hari dan lokakarya 3 hari. Seminar berlangsung dalam 2 (dua) sesi masing-masing 3 orang pembicara yang dipandu oleh seorang moderator (atau menjadi satu sesi, akan disesuaikan dengan situasi setempat). Masing-masing membicarakan topik-topik yang sudah disiapkan oleh panitia, disesuaikan dengan tema kegiatan. Kemudian dilanjutkan dalam lokakarya yang akan dipandu oleh 3 orang fasilitator selama tiga hari berturut-turut secara bergantian. Proses lokakarya akan lebih terfokus pada pendalaman-pendalaman serta latihan, bagaimana bisa menghadapi persoalan secara bersama, mengelola kehidupan bersama dengan kekuatan agama-agama dan budaya lokal, dalam konteks kemajemukan masyarakat setempat.
7. Materi Seminar dan Lokakarya
Seminar dan Lokakarya kali ini akan tetap fokus pada tema : ”Pluralisme, Konflik
dan Perdamaian” dengan memberi ”muatan” lokal sebagai dasar dan maksud dari
seluruh materi dan proses yang akan berlangsung. Persoalan hubungan antaragama dan intra agama dan etnis, terkait dengan persoalan sehari-hari : masalah tanah, ekonomi, kemiskinan, keterbelakangan pendidikan.
Direncanakan pada tahap pertama adalah, penggalian ”muatan” konteks lokal :
Dinamika kemajemukan agama, etnis serta persoalan-persoalan yang terkait yang
muncul di masyarakat. Kemudian melakukan kajian bersama tentang hal tersebut
dan mulai memikirkan tentang apa yang penting dan relevan dilakukan,
bagaimana dengan fungsi dan peran agama-agama serta budaya lokal; apakah
agama-agama berdiri sendiri atau perlu bekerjasama dengan bidang-bidang lain?
Bagaimana menghidupkan dan menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan
bersama masyarakat untuk membangun masyarakat NTT yang damai, saling
menghargai dalam kepelbagaian, yang mampu mengurangi kemiskinan dan
keterbelakangan pendidikan?
Tahap kedua, akan lebih ke soal-soal yang berhubungan dengan rencana aksi
bersama. Tetapi sebelumnya perlu ada kelanjutan proses kajian lagi sebelum ada
diskusi tentang rencana kegiatan bersama. Diharapkan waktu antara tahap
pertama dan tahap kedua dapat membantu setiap peserta untuk lebih memahami
apa persoalan dalam konteks mereka sehari-hari, bagaimana memahami
keterlibatan dan kerjasama agama-agama dalam dinamika konteks mereka.
8. Nara sumber :
Seminar : Abdullah, M.Ag., Drs. Rodriques Servatius M.Si., Pater
Gregor Neonbaso, SVD, Pendeta Sem Nitti, MTh., dan pembicara muslim lokal dari MUI NTT. Dipandu oleh seorang moderator dari jaringan setempat.
4
a. Daniel Dhakidae, PhD (KOMPAS-Jakarta). Diharapkan pak Daniel bisa secara khusus membicarakan keterkaitan dan pengaruh persoalan sosial-politik-budaya secara makro dalam konteks lokal NTT.
b. Prof. Dr. Amien Abdullah (Rektor Uiniversitas Islam Indonesia, Yogyakarta). Diharapkan dapat membicarakan secara khusus tentang kemungkinan adanya keterkaitan dan pengaruh dinamika serta persoalan pluralisme agama-agama secara makro dalam konteks lokal di NTT.
c. Pater Budi Kleden (atau Pater Gregor), SVD. Diharapkan dapat menyampaikan, bagaimana budaya lokal berfungsi dalam konteks pluralitas masyarakat di NTT/Kupang. Nilai-nilai atau kearifan lokal apa yang masih hidup atau penting dihidupkan kembali. Mengapa perlu atau penting? Mengapa hilang atau tidak dipedulikan atau tidak dianggap penting lagi – bila itu terjadi?
d. Pendeta Sem Nitti, MTh. Diharapkan dapat menyampaikan secara khusus bagaimana pengalaman dan perspektif (komunitas) Kristen dalam dinamika pluralitas masyarakat NTT, khususnya berkaitan dengan pluralisme agama dan fungsi serta posisi budaya lokal dalam menghadapi dan mengatasi persoalan masyarakat NTT.
e. (dari Muslim). Diharapkan dapat menyampaikan secara khusus bagaimana pengalaman dan perspektif (komunitas) Muslim dalam dinamika pluralitas masyarakat NTT, khususnya berkaitan dengan pluralisme agama dan fungsi serta posisi budaya lokal dalam menghadapi dan mengatasi persoalan masyarakat NTT.
Lokakarya : Fasilitator ,1 orang dari Kupang, 2 orang dari Yogya
9. Waktu dan tempat pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan ini pada tanggal 4-7 Desember 2006. Seminar di Gereja Koinonia, GMIT; Lokakarya di Susteran SSPS, Belo-Kupang.
10. Pelaksana
Penanggungjawab pelaksanaan Program kegiatan ini adalah bidang Pendidikan
Institut Antariman di Indonesia (Institut DIAN/Interfidei), Yogyakarta
bekerjasama dengan Yayasan Sinar Moral Indonesia, Kupang.
11. Bentuk kerjasama
a) Interfidei menginisiatif terlaksananya kegiatan ini di masing-masing daerah dan
memfasilitasi supaya kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Fasilitas
yang dapat diberikan : membiayai semua keperluan kegiatan, kecuali biaya
persiapan di tingkat local; menyediakan pembicara dari luar Kupang (setelah
disepakati bersama), 2 fasilitator dan 2 orang panitia (tenaga administrasi,
dokumentasi dan notulensi). b) Jaringan local : menginisiatif terlaksanakanya
kegiatan ini di tingkat local, melakukan rekruitmen peserta serta mencarikan
5
pembicara local (sesuai kesepakatan), 1 moderator, 1 fasilitator dan 3 orang
panitia (membantu notulensi dan administrasi/akomodasi/konsumsi/transportasi);
membantu notulensi, menyiapkan akomodasi, konsumsi, transportasi serta proses
persiapan awal dan kebutuhan-kebutuhan pada saat pelaksanaan kegiatan;
membantu membiayai kebutuhan administrasi serta transportasi dan komunikasi local (internet, telpon dan fax) pada saat persiapan. Melakukan publikasi setempat.
12. Mengapa Kupang
Dinamika kehidupan antaragama dan interen satu agama dalam konteks masyarakat Kupang saat ini perlu mendapat perhatian. Di beberapa tempat, ada potensi konflik yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Selain itu, Kupang merupakan salah satu daerah di wilayah Timur yang juga ada banyak kasus tentang kemiskinan, penyakit yang sebenarnya membutuhkan perhatian agama-agama secara bersama lebih serius.Tahun 1998/1999, Interfidei pernah menyelenggarakan kegiatan Semiloka di sana, dengan tema yang hampir sama tetapi lebih terfokus kepada Pemilihan Umum. Apa implikasinya dalam dinamika kemajemukan agama di Indonesia? Dengan berbagai persoalan yang sedang terjadi di sana, teman-teman jaringan di Kupang merasa butuh sekali untuk menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Lokakarya tentang “pluralisme, konflik dan dialog”.
***
6
Read On 0 comments

Baksos 2005, Langkah Awal Belajar, Berkarya, dan Mengabdi

Tuesday, May 12, 2009
I. PENDAHULUAN
Upaya pengembangan masyarakat Indonesia yang merata, adil dan makmur tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah semata. Secara proporsional tugas ini diemban pula oleh seluruh komponen bangsa lainnya, termasuk di dalamnya masyarakat yang bersangkutan itu sendiri, maupun oleh lapisan masyarakat lain yang secara sosial ekonomi berkemampuan relatif lebih baik. Seluruh komponen ini mempunyai kepentingan untuk secara aktif bersinergi dalam upaya perbaikan taraf kesejahteraan masyarakat.
Adapun mahasiswa sebagai generasi penerus sekaligus elemen intelektual dalam masyarakat adalah salah satu pihak yang turut mengemban amanah pembangunan bangsa. Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, peran serta mahasiswa dalam masyarakat tidaklah dibatasi pada kewajiban akademis dan lingkungan kampus saja, melainkan juga vital pada berbagai fungsi lain di lapangan. Mahasiswa dituntut untuk secara kritis mampu terlibat lebih aktif dalam upaya pembangunan nasional, melalui proses belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan yang diiringi pula dengan kerja nyata di lingkungan. Dan pengabdian mahasiswa di bidang pembangunan masyarakat ini dapat dimulai sejak dini melalui berbagai bentuk aplikasi karya dan bakti.
Salah satu langkah yang dapat diambil mahasiswa, dalam hal ini mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam kapasitasnya sebelum berprofesi langsung di masyarakat, sebagai seorang dokter atau perawat ataupun tenaga medis lainnya, adalah melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan kesehatan dan kemanusiaan. Dengan salah satu bentuknya adalah kegiatan Bakti Sosial.
Diharapkan, suatu kegiatan Bakti Sosial yang dikelola secara optimal dan terorganisir dapat mengemas misi pendidikan, promosi kesehatan sekaligus alokasi bantuan materiil bagi masyarakat yang membutuhkan, dimana pada akhirnya akan menuju perbaikan taraf hidup serta peningkatan kesejahteraan jangka panjang yang mandiri dan terarah.
Peran aktif mahasiswa ini tentunya tidak lepas dari dukungan Universitas Airlangga sebagai almamater, yang merupakan salah satu universitas tertua di Indonesia dan tentunya cukup banyak memahami kondisi kemasyarakatan Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak akan menjadi suatu kehormatan dan harapan besar bagi kami. Untuk kemudian bersama-sama, dapat mewujudkan tujuan sosial kemanusiaan kemasyarakatan melalui kegiatan ini.
II. SASARAN KEGIATAN
1. Masyarakat desa binaan
a. Ibu-ibu
b. Bapak-bapak
c. Remaja
d. Anak-anak
2. Mahasiswa FK UNAIR, khususnya angkatan 2003 Prodi Pendidikan Dokter dan Ilmu Keperawatan Program A.

III. TUJUAN KEGIATAN
1. Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan medis sebagai sarana aktualisasi diri mahasiswa untuk menjadi tenaga medis yang profesional,
2. Memberi motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan terutama di bidang kesehatan dan pendidikan,
3. Mempererat hubungan kekeluargaan antara mahasiswa dengan masyarakat desa binaan.

IV. MANFAAT KEGIATAN

1. Untuk Masyarakat desa binaan
a. Sebagai subyek, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan mengupayakan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan di desanya secara mandiri.
b. Sebagai obyek, masyarakat akan mendapatkan pelayanan melalui berbagai rangkaian kegiatan yang menunjang peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan.
2. Untuk Mahasiswa
c. Sebagai subyek, mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu dan pengetahuan yang didapat untuk kepentingan masyarakat secara langsung.
d. Sebagai obyek, bakti sosial adalah sarana pendidikan dan pelatihan non formal bagi mahasiswa dengan terjun langsung ke masyarakat.

V. BENTUK KEGIATAN
Bentuk kegiatan dibagi menjadi 3 tahap, meliputi:
a. Tahap Pelaksanaan
Kegiatan yang dilakukan:
1. Bidang Akademis
Bidang ini meliputi kegiatan:
• Bina Anak
• Penyuluhan Remaja
• Penyuluhan Usia Dewasa
• Penyuluhan Penyakit Infeksi
• Penyuluhan Khitanan
2. Bidang Medis
Bidang yang merupakan puncak acara Baksos 2005 ini meliputi kegiatan :
• Khitanan Massal
• Pengobatan Gratis
• Revitalisasi Polindes
3. Bidang Kerohanian
Bidang ini meliputi kegiatan :
• Bina TPA
• Bina Remaja Islami
• Pengajian Rutin Bapak Ibu
• Tabligh Akbar
• Sholat berjamaah dan Kuliah Tujuh Menit (Kultum)
• Persekutuan Doa Bersama
4. Bidang Kepemudaan
Bidang ini meliputi kegiatan:
• Kerja Bakti
• Lomba Memasak Sehat
• Jalan Sehat
• Pelatihan P3K
• Olahraga
5. Acara ceremonial
Bidang ini meliputi kegiatan:
• Pembukaan
• Penutupan
b. Tahap Evaluasi
Evaluasi kegiatan dilakukan secara bertahap dan berkala. Hasil kegiatan akan diukur dengan indikator keberhasilan yang ditentukan sebelumnya pada konsep acara. Hasil evaluasi akan mempengaruhi bentuk kegiatan follow up.
c. Tahap Follow Up
Follow up kegiatan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi. Bentuk kegiatan akan dikembangkan jumlah dan macamnya, seperti : pemeriksaan kuku (Follow up Bina Anak) tiap pekan sekali oleh guru, penyediaan beasiswa, penambahan buku-buku perpustakaan, dan penyuluhan berkelanjutan.

VI. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
1. Pelaksanaan Bakti Sosial 2005
Hari/Tanggal : Jumat-Senin/22-25 Juli 2005
Tempat : Desa Nglawak, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk
Peserta :
- Mahasiswa Pendidikan Dokter FK Universitas Airlangga angkatan 2003,
- Mahasiswa PSIK Program A FK Universitas Airlangga angkatan 2003.
Undangan :
- Perwakilan mahasiswa:
1. Pendidikan Dokter FK Universitas Airlangga angkatan 2002,
2. Program Studi Ilmu Keperawatan Program A FK Universitas Airlangga angkatan 2002,
3. D3 Analis Medis FK Universitas Airlangga angkatan 2003,
4. D3 Fisioterapi FK Universitas Airlangga angkatan 2003,
5. D3 Radiologi FK Universitas Airlangga angkatan 2003,
6. BEM FK Universitas Airlangga,
7. BEM FKG Universitas Airlangga,
8. BEM Universitas Airlangga.
- Perwakilan BEM Fakultas Kedokteran ISMKI Wilayah IV
1. Universitas Hang Tuah Surabaya,
2. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya,
3. Universitas Brawijaya Malang,
4. Universitas Jember,
5. Universitas Udayana Denpasar,
6. Universitas Hasanuddin Makassar,
7. Universitas Muslim Indonesia Makassar,
8. Universitas Sam Ratulangi Manado.
- Perwakilan ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia)
- Dokter Muda II FK Universitas Airlangga,
- Dosen Pembimbing Baksos 2005,
- Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI),
- Perwakilan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia).
2. Follow up Bakti Sosial 2005
Waktu : mulai bulan Agustus 2005
Tempat : Desa Nglawak, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.
Peserta : Mahasiswa Pendidikan Dokter FK Universitas Airlangga angkatan 2003,
: Mahasiswa PSIK Program A FK Universitas Airlangga angkatan 2003.
Atas dukungan dan partisipasi semua pihak yang mendukung kelancaran serta kesuksesan kegiatan ini, kami selaku panitia menyampaikan terima kasih.
23 Mei 2005
Ketua Panitia
Sekretaris
Ttd
Ttd
Novan Krisno Adji
Mas Ayu Lubna A..
NIM. 010316081
NIM. 010316046
Lampiran

SUSUNAN KEPANITIAAN
Pelindung : Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Prof. Dr. H.M.S. Wiyadi, dr., Sp. THT. NIP. 130 325 828
Penasihat : Pembantu Dekan III FK Universitas Airlangga
H. Bambang Subagjo, dr., M.S., Sp. PK. (K) NIP. 130 355 341
Dosen Pembimbing : Dripa Sjabana, dr., M. Kes. NIP. 132 230 976
Dr. Nancy Margarita Rehatta, dr., Sp. AnKIC. NIP. 130 610 739
Sulistiawati, dr., M.Kes. NIP. 140 251 644
Penanggung jawab : 1. Presiden BEM Universitas Airlangga
Bagus Wiyono NIM. 070016288
2. Presiden BEM Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Agung Tristyanto NIM. 010215859
3. Menteri Pengabdian Masyarakat BEM FK UNAIR
Ika Sari Rahmatina NIM. 010316060
Steering Committee : 1. Harris Istianggoro NIM. 010215931
2. Risky Dwi Rahayu NIM. 010215838
3. Isnaini NIM. 010215852
4. Wisnu Sakulat NIM. 010215892
Organizing Committee :
Ketua Umum : Novan Krisno Adji 010316081
Ketua I : Richard Widya S. 010316202
Ketua II : Rio Azadi 010316076
Sekretaris I : Mas Ayu Lubna Anniazi 010316046
Sekretaris II : Fithriyah C.Ummah 010316078
Bendahara I : Andri Purbianto 010316082
Bendahara II : Ike Hervin Caprina 010315987
Koordinator Bidang:
Seksi Litbang : Bechty Enggar Rusmaya 010316048
Seksi Dana : Arif Satria Hardika 010316116
Seksi Humas : Deni Yasmara 010310595 B
Seksi Pubdok : Dayu Arifianto 010316069
Seksi Transportasi : Indra Prasetya 010316005
Seksi Perlengkapan : Riko Lazuardi 010315972
Seksi Konsumsi : Dian Nur Arisandi 010310564 B
Seksi Kamjin : Iwan Widyasasmita 010310510 B
Seksi Infokom : Numbi Mediatma P. 010315963
Seksi Acara : Arif Tunjungseto 010315999
• Sektor Akademis : Didin Tisna Sayekti 010316075
PJ Bina Anak : Qonita 010316109
PJ Penyuluhan Bapak : Agus Budiarto 010316096
PJ Penyuluhan Ibu : Firza Asnely Putri 010316115
PJ Penyuluhan Remaja : Dewi Kusumawati 010316034
PJ Penyuluhan Penyakit Infeksi : Herley Windo S. 010316050
PJ Penyuluhan Khitanan Massal : Ahmad Surya D. 010316045
• Sektor Medis : Izzatul Fithriyah 010316042
PJ Pengobatan Gratis : Komang Yunita W.P. 010315995
PJ Khitanan Massal : Firman Setiawan 010315960
• Sektor Kerohanian : Hanang A. Achmad 010316083
PJ Bina TPA : Wendi Hudyarisandi 010316015
PJ Bina Remaja Islami : Abdul Gofur 010316094
PJ Pengajian Bapak-Ibu : Yudhistira K.K. 010316066
PJ Kultum : Abdul Azim Aziz A. 010316169
PJ Tabligh Akbar : Andhika Tomy Permana 010316008
PJ Persekutuan Doa : Richard Widya S. 010316202
• Sektor Kepemudaan : Ibnu Satria 010315997
PJ Kerja Bakti : Raditya Perdhana 010315983
PJ Jalan Sehat & Senam Pagi : Udria Satya Pratama 010315981
PJ Pelatihan P3K : Yahya Haryo Nugroho 010316127
PJ Medical On Screen : Noviliana Eka T. 010316003
PJ Lomba Masak : Ratna Dewi C 010315988
• Sektor Ceremonial : Anugrah Dianfitriani 010315976
PJ Pembukaan & Penutupan : Steffani Kusnadi 010316031
Read On 0 comments

contoh proposal usaha

Monday, March 30, 2009
D. UNIT USAHA JASA DAN INDUSTRI (UJI)
1. Umum Dalam rangka pengembangan otonomi Perguruan Tinggi menjadi Badan Hukum, kemandirian Perguruan Tinggi, termasuk kemandirian dalam sumberdaya keuangan, perlu ditingkatkan. Berkaitan dengan upaya pengembangan budaya kewirausahaan, perguruan tinggi perlu terus didorong untuk mendirikan unit usaha yang memanfaatkan hasil pendidikan maupun hasil penelitian Ipteks yang telah dikumpulkan bertahun-tahun. Dengan pendirian suatu unit Usaha Jasa dan Industri (UJI), perguruan tinggi dapat menunjukkan kemampuannya untuk memperoleh pendapatan atas jerih payahnya selama ini, yang kemudian dapat dipakai untuk pengembangan perguruan tinggi sendiri. Hasil penelitian perguruan tinggi yang merupakan inovasi baru dan mempunyai nilai ekonomis serta mendapat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti paten, merupakan aset yang sangat berharga bagi unit UJI. Unit UJI diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi untuk membuka usaha komersial yang menghasilkan produk jasa dan atau barang sebagai penerapan hasil ciptaan perguruan tinggi melalui suatu industri sendiri. Dalam membuka usaha komersial, perguruan tinggi dapat mendirikan badan usaha sendiri atau bermitra dengan industri lainnya. Unit UJI yang dimiliki perguruan tinggi dapat didirikan dan dikelola oleh laboratorium, pilot plant, bengkel, jurusan, fakultas, UPT, pusat riset dan pengembangan atau lembaga lain yang berada di dalam perguruan tinggi yang bersangkutan. Tujuan umum Program Unit UJI adalah untuk mengembangkan kawasan UJI di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuan khususnya adalah (a) mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi, (b) menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan dari suatu usaha jasa dan industri sendiri atau bermitra, (c) memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa, (d) menumbuhkan budaya penerapan hasil penelitian perguruan tinggi secara komersial, dan (e) membina kerjasama dengan sektor swasta termasuk pihak industri dan sektor pemasaran. Luaran program adalah (a) Unit usaha komersial perguruan tinggi, (b) produk jasa dan barang komersial yang terjual dan menghasilkan pendapatan bagi perguruan tinggi, dan (c) bertumbuhkembangnya budaya kewirausahaan dan komersialisasi hasil penelitian maupun hasil pendidikan di perguruan tinggi.

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

203

Usulan Program Unit UJI didanai Dikti maksimal Rp. 75.000.000,- (75%) pada tahun pertama, Rp. 75.000.000,- (50%) pada tahun kedua dan Rp. 75.000.000,- (33%) pada tahun ketiga. Dana perguruan tinggi pengusul sebesar Rp. 25.000.000,- (25%) pada tahun pertama, pada tahun kedua sebesar Rp. 50.000.000,- (33%), dan pada tahun ketiga dananya sebesar Rp. 75.000.000,- (33%). Dana kredit usaha diharapkan minimum sebesar Rp. 25.000.000,- (17%) pada tahun kedua, dan Rp. 75.000.000,- (33%) pada tahun ketiga. Usulan ini harus telah diterima Dikti paling lambat pada 31 Maret, sedangkan kunjungan ke lokasi, yang merupakan salah satu proses seleksi, akan dilaksanakan pada bulan Agustus. Program Unit UJI diharapkan akan terlaksana berdasarkan inisiatif perguruan tinggi yang berasal dari kelompok dosen atau laboratorium, bengkel, pilot plant, jurusan, fakultas, UPT, pusat atau lembaga lain yang berada di dalam perguruan tinggi. Sekali didirikan, usaha komersial ini diharapkan terus berkelanjutan sehingga inisiatif awal perlu disusul dengan ketekunan berusaha dan kejelian menangkap peluang usaha. Rangkaian proses pengusulan, pelaksanaan dan pelaporan Program Unit UJI dilaksanakan sesuai dengan format yang telah ditentukan, yakni Usul Program Unit UJI, Evaluasi Usul, Pemantauan, dan Laporan Akhir. Beberapa Judul Kegiatan Program Unit UJI diberikan sebagai contoh. Usul unit UJI ditulis lengkap sesuai format terlampir. Usul yang lolos seleksi tahap I akan dikunjungi ke lapangan (site visit). Apabila usul dianggap prospektif, Tim site visit akan membantu tim pengusul memperbaiki usul tersebut di lokasi site visit untuk seleksi tahap II. Usul yang lolos seleksi tahap II akan disarankan untuk didanai.

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

204

2. Tata Cara Usul Program Unit Usaha Jasa dan Industri a. Sampul Muka Sampul muka proposal warna kuning muda dengan ukuran kertas A-4, secara berurutan memuat (1) tulisan “Usul Program UJI”, (2) Logo perguruan tinggi, (3) Judul Program: singkat dan spesifik, tetapi cukup jelas memberi gambaran mengenai kegiatan yang diusulkan, (4) Namanama Pengusul dengan gelar akademik dan NIP, (5) Nama Unit Lembaga dan Perguruan Tinggi, dan (6) Tahun, seperti contoh berikut

USUL PROGRAM UNIT UJI

Logo Perguruan Tinggi

JUDUL PROGRAM

Oleh: 1. Nama Pengusul (Ketua) 2. Nama Pengusul (Anggota) 3. Nama Pengusul (Anggota)

Nama Unit Lembaga Nama Perguruan Tinggi
TAHUN

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

205

b. Halaman Pengesahan Setiap usulan program harus disertai halaman pengesahan sebagai berikut.
HALAMAN PENGESAHAN 1. 2. Judul Kegiatan Unit Lembaga Pelaksana Kegiatan Perguruan Tinggi Ketua Pelaksana a. Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c. NIP d. Pangkat/Golongan e. Jabatan f. Alamat Kantor g. Telp/Faks/E-mail h. Alamat Rumah i. Telp/Faks/E-mail Jumlah Anggota Tim Pelaksana (Staf Pengajar) Rencana Biaya Total Dikti Perguruan Tinggi Kredit Usaha Sumber Lain (apabila ada) Biaya Tahun I Dikti Perguruan Tinggi Jangka Waktu Pelaksanaan :............................................. :............................................. :.............................................

3.

:............................................. :............................................. : L/P :............................................. :............................................. :............................................. :............................................. :............................................. :............................................. :.............orang

4.

5.

: Rp. ……………….. : Rp. ……………….. : Rp. ……………….. : Rp. ………………..

6.

: Rp. ……………….. : Rp. ……………….. : Tahun …. - ……. (3 tahun) Kota, tanggal bulan tahun

7.

Mengetahui,
Pimpinan Unit Lembaga Pelaksana

Ketua Tim Pelaksana, tanda tangan Nama jelas, NIP Menyetujui,
Menyetujui: Ketua LPM Universitas/Institut/ Direktur Politeknik

cap dan tanda tangan Nama jelas, NIP

Nama jelas, NIP

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

206

c. Sistematika Penulisan proposal mengikuti alur penulisan sebagai berikut Halaman Pengesahan (lihat halaman pengesahan) Bab 1. KEGIATAN DAN JENIS USAHA YANG AKAN DIDIRIKAN 1.1. Judul 1.2. Jenis Usaha, uraian jenis usaha yang akan didirikan: usaha dapat berupa produksi komoditas, perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), prototipe dan atau jasa 1.3. Analisis Situasi, hasil studi pasar: peluang pasar dan peluang usaha yang akan didirikan didukung oleh data kuantitatif 1.4. Tujuan Kegiatan

Bab 2. SPESIFIKASI PRODUK, POLA PENERAPAN IPTEK DAN MANFAAT USAHA 1.5. Perumusan Produk Usaha (barang atau jasa) Jenis Produk Spesifikasi Produk (serinci mungkin)

1.6. Penerapan Ipteks dalam Pelaksanaan Usaha (Jelaskan desain prototipe, mesin dan peralatan, proses, sistem yang akan dipilih dan diterapkan untuk mengembangkan usaha) 1.7. Kaitan Ipteks dengan Temuan dan HKI Perguruan Tinggi (uraian peranan perguruan tinggi dalam menciptakan Ipteks yang akan diterapkan) 1.8. Nilai Tambah Produk dari Sisi Ipteks 1.9. Manfaat Unit UJI dari Aspek Sosial Ekonomi Secara Nasional Bab 3. RENCANA USAHA 1.10. Bagan Alir Proses Produksi 1.11. Lokasi dan Bangunan Unit Usaha (uraian lokasi, luas dan tata letak bangunan unit usaha dilengkapi dengan denah) 1.12. Rencana Investasi (uraian sumber daya investasi dan besar investasi dalam 3 tahun)

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

207

1.13. Rencana Produksi (uraian rencana pengembangan kapasitas produksi dalam 3 tahun termasuk pengadaan bahan baku, dan bahan penunjang) 1.14. Rencana Pengadaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Usaha (mesin, peralatan, air, listrik dll yang telah dimiliki unit usaha perguruan tinggi dan yang akan dikembangkan selama 3 tahun) 1.15. Rencana Pemasaran (uraian pola pemasaran dan rencana mitra pemasaran dalam 3 tahun) 1.16. Rencana SDM (uraian jumlah, kualifikasi, dan gaji karyawan yang akan dipekerjakan dalam 3 tahun) 1.17. Organisasi Tim Pelaksana, Struktur dan Pola Manajemen Unit Usaha (termasuk kedudukan Tim Pelaksana dalam manajemen Unit UJI, hubungan Unit UJI dengan perguruan tinggi, dan akuntabilitas pemasukan dan pengeluaran uang di bawah perguruan tinggi) Bab 4. RENCANA FINANSIAL UNIT UJI 1.18. Aliran Kas (minimal untuk 3 tahun, contoh format pada Lampiran 1) 1.19. Perhitungan B/C Ratio, Titik Impas dan IRR Bab 5. KELAYAKAN PERGURUAN TINGGI PENGUSUL 1.20. Uraian Pengalaman Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Kewirausahaan Selama Ini (usaha yang dibina, luaran dan manfaat yang dihasilkan, jangka waktu pembinaan) 1.21. Uraian Kerjasama Perguruan Tinggi dengan Wilayah Binaan (Jenis penerapan Ipteks, luaran dan manfaat yang dihasilkan, jangka waktu pembinaan) Bab 6. JADWAL PELAKSANAAN (selama 3 tahun) Bab 7. LUARAN KEGIATAN UNIT UJI (uraian rinci dan kuantitatip luaran kegiatan per tahun yang dapat diukur oleh Tim Monitoring) Tahun I II III Luaran Kegiatan

Bab 8. RENCANA ANGGARAN BIAYA (rinci, perlu diperhatikan penyusunan anggaran dengan pendekatan usaha komersial bukan
Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

208

proyek, sebagai contoh: 1) tim pelaksana diberi gaji seperti manajer dan karyawan unit usaha yang harus tercermin dalam aliran kas, 2) biaya tahun II dan III adalah biaya untuk pengembangan unit usaha yang harus tercermin dalam?)
Jenis Anggaran Biaya Dikti Biaya Perguruan Tinggi/Unit UJI Kredit Usaha Sumber Lain Total

TAHUN I 1. Renovasi Bangunan 2. Bahan Baku dan Penunjang 3. Mesin dan Peralatan 4. Modal Kerja (termasuk gaji karyawan, administrasi komunikasi) 5. Pemasaran (pembentukan jaringan, temu usaha, promosi) 6. Penyusunan Laporan Jumlah Tahun I Jumlah Tahun II Jumlah Tahun III

< 75="" juta="">Rp. 25 juta (25%) >Rp. 50 juta (33%) >Rp. 75 juta (33%)

>Rp.25 juta (17%) >Rp.75 juta (33%)

LAMPIRAN-LAMPIRAN 1.22. Aliran Kas UJI 1.23. Surat Pernyataan Ketua Tim Pelaksana 1.24. Surat Kesediaan Penyandang Dana dari Pembantu/Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan/Direktur Politeknik 1.25. Biodata Ketua dan Anggota Tim Pelaksana

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

209

d. Surat Pernyataan
SURAT PERNYATAAN KETUA TIM PELAKSANA PENGEMBANGAN UNIT USAHA JASA DAN INDUSTRI (UJI) UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KEWIRAUSAHAAN PERGURUAN TINGGI Dengan ini, kami sebagai Ketua Tim Pelaksana Unit UJI, menyatakan bahwa pada hari ini ………….. tanggal … bulan …………. tahun ……… menyatakan bahwa Unit UJI yang akan kami dirikan: …………..(nama unit UJI)………….......................... merupakan bagian yang tak terpisahkan dari: …………(nama perguruan tinggi)………………… Segala kegiatan dan neraca keuangan dari Unit UJI akan kami laporkan langsung secara berkala (setiap empat bulan) kepada: ….. (Kepala Unit Perguruan Tinggi yang membawahi langsung UJI*) ……….. Pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dan dalam keadaan sadar serta sehat walafiat.

Mengetahui:
1. Ketua Jurusan/UPT/Univ/ Dekan Fakultas ……… Cap dan Tanda tangan Ketua Tim Pelaksana Unit UJI Meterai Rp. 6.000,Tanda tangan

(

Nama, NIP

)

(

Nama, NIP

)

2. Ketua LPM Cap dan Tanda tangan ( Nama, NIP

)

3. Pembantu/Wakil Rektor/Direktur Politeknik Cap dan Tanda tangan

(

Nama, NIP

)

* Pilih salah satu: Ketua Jurusan/Kepala UPT/Dekan Fakultas/Ketua LPM/Pembantu/Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan/Direktur Politeknik

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

210

e. Surat Kesediaan Penyandang Dana SURAT KESEDIAAN PENYANDANG DANA PENGEMBANGAN UNIT USAHA JASA DAN INDUSTRI (UJI) UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KEWIRAUSAHAAN PERGURUAN TINGGI

Dengan ini, kami menyatakan bahwa kami bersedia memberikan dana sebesar Rp. …………………. (………………………………………….) dalam tahun ………………….. untuk pelaksanaan Program Unit UJI …………..(nama unit UJI)………….............................. yang dipimpin oleh ………………………………………… sebagai suatu usaha yang dimiliki dan merupakan bagian tak terpisahkan dari ……………(nama perguruan tinggi)………………… Pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dan dalam keadaan sadar serta sehat wal’afiat.

…………, …………………. Pembantu/Wakil Rektor Bidang Adm dan Keu
Materai Cap dan Tanda tangan Rp. 6.000,( Nama/NIP )

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

211

3. Evaluasi Usul Unit Usaha Jasa dan Industri a. Instrumen Penilaian Setiap usul program akan dievaluasi menggunakan instrumen dengan kriteria dan indikator dengan bobot tertentu, seperti formulir berikut
FORMULIR PENILAIAN USULUNIT UJI

I. Identitas Kegiatan
1. 2. Judul Kegiatan Ketua Pelaksana a. Nama Lengkap b. NIP c. Jabatan/Golongan d. Universitas/Institut/Politeknik Unit Kerja Jumlah UKM Mitra Biaya Total - Dikti - Perguruan Tinggi - Biaya Sumber Lain ………………. Jangka Waktu Pelaksanaan Penilaian Tahap :....................................................... :....................................................... :....................................................... :....................................................... :....................................................... :....................................................... :....................................................... : Rp. ………. : Rp. ………. : Rp. ………. : Rp. ………. : Tahun ….. s/d ……. ( …tahun) :

3. 4. 5.

6. 7.

II. Kriteria dan Indikator
NO KRITERIA INDIKATOR PENILAIAN BOBOT (%) SKOR NILAI

1.

Kegiatan dan Jenis Usaha Spesifikasi Produk dan Pola Penerapan Ipteks

2.

• • • • • • • •

Jenis usaha Analisis situasi Tujuan kegiatan Spesifikasi produk usaha Penerapan Ipteks HKI atau temuan Lain Nilai tambah produk akibat Ipteks Manfaat usaha dari aspek Sosek Nasional

15

30

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

212

3.

Rencana Usaha

• • • • • • •

4.

5.

6.

Rencana Finansial Usaha Kelayakan Perguruan Tinggi Perencanaan Kegiatan

• • • • • • •

Proses produksi dan rencana produksi Lokasi bangunan, dan tata letak Rencana investasi Rencana pengadaan bahan baku, sarana dan prasarana Rencana pemasaran Rencana pengembangan SDM Organisasi dan manajemen Arus kas (cash flow) Kelayakan B/C Ratio, Titik Impas, RIR Pengalaman PT Kerjasama PT Jadwal kerja Tahapan luaran Anggaran biaya Jumlah

30

15

5

5 100

Hasil Penilaian: Diterima / Ditolak* Alasan Penolakan: a, b, c, d, e, f, g, h, i, j (lainnya sebutkan ............................) Catatan Penilai: .................................................................................................................................. Kota, tanggal bulan tahun Penilai, Nama dan tanda tangan Keterangan: Skor : 1, 2, 4, atau 5 (1= sangat kurang, 2= kurang, 4= baik, 5= sangat baik) Nilai = Batas penerimaan 300 *) Coret yang tidak perlu

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

213

b. Penjelasan Alasan Penolakan Usul Unit UJI
No KRITERIA INDIKATOR PENILAIAN HASIL PENILAIAN

1.

Kegiatan dan Jenis Usaha

a. Judul b. Analisis situasi c. Tujuan kegiatan

2.

Spesifikasi Produk dan Pola Penerapan Ipteks

3.

Rencana Usaha

4.

Rencana Finansial Usaha Kelayakan Perguruan Tinggi

5.

d. Spesifikasi produk usaha e. Penerapan Iptek f. HKI dan temuan lain g. Nilai tambah produk akibat Ipteks h. Manfaat usaha dari aspek Sosek Nasional i. Proses produksi dan rencana produksi j. Lokasi bangunan, dan tata letak k. Rencana investasi l. Rencana pengadaan bahan baku, sarana dan prasarana m. Rencana pemasaran n. Rencana pengem bangan SDM o. Organisasi dan manajemen p. Arus Kas q. Kelayakan B/C ratio, Titik Impas, IRR r. Pengalaman PT s. Kerjasama PT

a. Uraian tidak jelas b. Tidak mendukung justifikasi pemilihan jenis usaha c. Tidak fokus dan tidak sesuai dengan judul kegiatan d. Tidak rinci e. Tidak jelas dan tidak dipaparkan secara rinci f. Bukan merupakan HKI atau temuan PT sebelumnya g. Nilai tambah produk diragukan h. Kurang bermanfaat untuk kemajuan ekonomi i. j. k. l. m. n. o. Tidak ada, tidak jelas, atau tidak bekait dengan penerapan Ipteks Tidak diuraikan atau tidak jelas Tidak jelas mendukung usaha yang diusulkan Belum direncanakan atau tidak rinci Tidak komprehensip atau kurang luas Tidak mendukung operasional usaha Lemah dan tidak definitif

6.

Perencanaa n Kegiatan

t. Jadwal kerja u. Tahapan luaran v. Anggaran biaya

7.

Lainnya

W. alasan lain

p. Tidak sesuai dengan rencana usaha atau tidak mengerti arus kas q. Tidak layak untuk usaha r. Pengalaman tidak menunjang usaha yang diusulkan s. Belum pernah kerjasama dengan dunia usaha dan atau industri t. Tidak rasional, diragukan akan mencapai luaran kegiatan u. Kurang terprogram secara progresif v. Tidak mendukung kegiatan dan atau jadwal kerja w. Harap ditulis dengan rinci

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

214

4. Pemantauan Pelaksanaan Unit Usaha Jasa dan Industri Tahap ke empat dari kegiatan pelaksanaan ini adalah pemantauan yang dilaksanakan oleh tim yang ditunjuk DP3M dengan menggunakan format yang telah disepakati. a. Instrumen Pemantauan Site-Visit UJI
FORMAT PEMANTAUAN SITE-VISIT UNIT UJI (Penilai diharapkan mengambil foto keadaan lapangan)

I. Identitas Kegiatan
1. 2. 3. 4. Judul Program Nama Perguruan Tinggi Nama Ketua Tim Pelaksana Biaya Total (3 tahun) Biaya Tahun I Biaya dari Dikti Biaya dari Perguruan Tinggi : .................................................. : .................................................. : .................................................. : Rp. …………….. : Rp. …………….. : Rp. …………….. : Rp. ……………..

II. Substansi Pemantauan
1. Kesiapan Fasilitas Usaha (lokasi, peralatan, sarana dan prasarana)

2.

Prospek Pasar Domestik dan Ekspor (possible market)

3.

Kecepatan Menghasilkan/quick yielding (kapasitas produksi, turnover, kemampuan menjual)

4.

Kelayakan Tim Pelaksana (keahlian, kekompakan dan pengalaman)

5. 6.

Originalitas dan Keunikan (hasil temuan yang mendasari usaha) Lampirkan Foto-foto yang Diambil Kota, tanggal bln tahun Pemantau, tanda tangan Nama jelas

Mengetahui, Lembaga Penelitian cap dan tanda tangan Nama jelas NIP

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

215

b. Format Penilaian Site-Visit UJI
FORMAT PENILAIAN SITE-VISIT UNIT UJI (Penilai diharapkan mengambil foto keadaan lapangan)

I. Idenitas Kegiatan
1. 2. 3. 4. Judul Program Nama Perguruan Tinggi Nama Ketua Tim Pelaksana Biaya Total (3 tahun) Biaya Tahun I Biaya dari Dikti Biaya dari Perguruan Tinggi :.................................................. :.................................................. :.................................................. : Rp. …………….. : Rp. …………….. : Rp. …………….. : Rp. ……………..

II. KRITERIA PENILAIAN
No 1. 2. 3. KRITERIA PENILAIAN Kesiapan Fasilitas Usaha (lokasi, peralatan, sarana dan prasarana) Prospek Pasar Domestik dan Ekspor (possible market) Kecepatan Menghasilkan/quick yielding (kapasitas produksi, turnover, kemampuan menjual) Kelayakan Tim Pelaksana (keahlian, kekompakan dan pengalaman) Originalitas dan Keunikan (hasil temuan yang mendasari usaha) Jumlah : 1, 2, 3, 5, 6, 7 : 400 BOBOT 20 20 20 20 20 100 NILAI TOTAL

4. 5.

Nilai yang diberikan Nilai minimum lulus

………………, ……………….. Penilai,

(…………………………..………)

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

216

c. Format Pemantauan Tahunan Unit UJI
FORMAT PEMANTAUAN KEGIATAN TAHUNAN UNIT UJI

I. Identitas Kegiatan
1. 2. 3. 4. 5. Judul Kegiatan Tahun Kegiatan Nama Ketua Tim Pelaksana Perguruan Tinggi Jenis Produk JENIS PRODUK (Barang/Jasa) : ....................................................... : Pertama/Kedua/Ketiga (pilih yang sesuai) : ....................................................... : ....................................................... : ....................................................... KAPASITAS PRODUKSI OMZET SEKARANG

SPESIFIKASI PRODUK

6. Pelaksanaan Unit UJI Komponen Implementasi Teknologi Keadaan Tempat Usaha (lahan, gedung, peralatan, dll) Status dan Legalisasi Usaha (NPWP, SIUP, TDP, dll) Pemasaran Pendapatan Usaha Anggota Tim Pelaksana

: RENCANA USULAN REALISASI

7. Permasalahan dan Cara Penyelesaian Masalah PERMASALAHAN CARA PENYELESAIAN MASALAH

8. Pengembangan Kelembagaan Unit UJI (Struktur dalam Perguruan Tinggi, prospek keberlanjutan unit UJI, sustainability, dll) 9. Rencana Kegiatan Tahun Depan

………………, …………… Pemantau, 1. …………………………. 2. ………………………….

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

217

d. Format Penilaian Pemantauan Tahunan Unit UJI
FORMAT PENILAIAN PEMANTAUAN TAHUNAN UNIT UJI (Penilai diharapkan mengambil foto keadaan lapangan)

I. Identitas Kegiatan
1. 2. 3. 4. Judul Program Nama Perguruan Tinggi Nama Ketua Tim Pelaksana Biaya Total (3 tahun) Biaya Tahun I Biaya dari Dikti Biaya dari Perguruan Tinggi :..................................................... :..................................................... :..................................................... : Rp. …………….. : Rp. …………….. : Rp. …………….. : Rp. ……………..

II. Kriteria Penilaian
No 1. KRITERIA PENILAIAN BOBOT 20 20 20 20 20 100 NILAI TOTAL

Kesiapan Fasilitas Usaha (lokasi, peralatan, sarana dan prasarana) 2. Prospek Pasar Domestik dan Ekspor (possible market) 3. Kecepatan Menghasilkan/quick yielding (kapasitas produksi, turnover, kemampuan menjual) 4. Kelayakan Tim Pelaksana (keahlian, kekompakan dan pengalaman) 5. Originalitas dan Keunikan (hasil temuan yang mendasari usaha) Jumlah Nilai yang diberikan : 1, 2, 3, 5, 6, 7 Nilai minimum lulus : 400

………………, ……………….. Penilai, (…………………………..………)

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

218

5. Laporan Hasil Unit Usaha Jasa dan Industri a. Sampul Muka Untuk laporan Unit Usaha Jasa dan Industri, tuliskan semua nama tim pelaksana, lengkap dengan gelar akademik. Lebih jelas seperti contoh berikut

LAPORAN TAHUN PERTAMA UNIT USAHA JASA DAN INDUSTRI

Logo Perguruan Tinggi

JUDUL

Ketua Tim Pelaksana Anggota Tim Pelaksana

Nama Unit Lembaga Nama Perguruan Tinggi
KOTA TAHUN

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

219

b. Sistematika Laporan Sistematika Laporan Unit Usaha Jasa dan Industri mengikuti alur seperti berikut:

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................................... i RINGKASAN DAN SUMMARY.............................................................................. ii PRAKATA..............................................................................................................iii DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv DAFTAR TABEL ................................................................................................... v DAFTAR GAMBAR............................................................................................... vi BAB I. KEGIATAN DAN JENIS USAHA YANG TELAH DIDIRIKAN...................... 1 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. JUDUL .......................................................................................................... JENIS USAHA .............................................................................................. SPESIFIKASI DAN KAPASITAS PRODUK USAHA ..................................... BAGAN PROSES PRODUKSI, LOKASI USAHA (termasuk denah) DAN IPTEKS YANG TELAH DITERAPKAN.......................................................... 1.5. ORGANISASI DAN MANAJEMEN YANG DITERAPKAN............................. 1.6. REALISASI INVESTASI DAN PENGEMBANGAN USAHA (bandingkan dengan rencana)........................................................................................... 1.7. PERMASALAHAN DAN CARA PENYELESAIAN MASALAH....................... 1.8. MANFAAT UNIT UJI (untuk pelaksana, PT dan masyarakat)....................... 1.9. ARUS KAS PER BULAN SELAMA KEGIATAN TAHUN PERTAMA ............ 1.10. LAMPIRAN LAPORAN KEUANGAN USAHA (sesuai arus kas)

BAB II. RENCANA TAHUN SELANJUTNYA ........................................................... 2.1 RENCANA PRODUKSI................................................................................. 2.2 RENCANA PENGADAAN SERTA PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA USAHA .................................................................................. 2.3 RENCANA PENGEMBANGAN SDM............................................................ 2.4 RENCANA PEMASARAN............................................................................. 2.5 RENCANA INVESTASI................................................................................. 2.6 RENCANA PEMANTAPAN KELEMBAGAAN............................................... 2.7 ARUS KAS UNTUK TIGA TAHUN BERIKUT ...............................................

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

220

c. Laporan Keuangan Unit Usaha Jasa dan Industri
LAPORAN KEUANGAN USAHA UNIT USAHA JASA DAN INDUSTRI

…………. Nama perguruan tinggi ………….. ....……………… judul unit UJI ………………. Keadaan tanggal …………………sampai dengan tanggal ………. 1. Jumlah Investasi Dikti : Rp. ……………… Perguruan Tinggi : Rp. ……………… Sumber Lain ………….. : Rp. ……………… Jumlah Jumlah Pendapatan Usaha Jumlah Realisasi Pengeluaran Usaha Saldo Akhir (1 + 2 + 3) Saldo dimasukkan kembali sebagai investasi disimpan dalam tabungan Bank …………….

2. 3. 4. 5.

: Rp. ………….. : Rp. ………….. : Rp. ………….. : Rp. …………..

No. …………….

6.

Penambahan Aset Usaha (beri rincian termasuk lahan, gedung, peralatan, dll) 1. Ketua Tim Pelaksana …………., ……………………. : Nama Tandatangan : Nama Cap dan Tandatangan : Nama Cap dan Tandatangan : Nama Cap dan Tandatangan

2. Kepala Unit yang Membawahi UJI

3. Ketua LPM

4. Pembantu/Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

221

d. Pedoman Penyusunan Profil
PEDOMAN PENYUSUNAN PROFIL UNIT USAHA JASA DAN INDUSTRI

1.

Ukuran : A-4, bolak-balik, berwarna penuh Jenis Kertas : HVS 120 glossy, atau sejenisnya Isi Halaman Muka Nama dan Merk Unit UJI Jenis dan Gambar Produk Kata-kata berikut dicetak di sebelah bawah: Kerjasama (nama) Perguruan Tinggi dengan Unit UJI, Ditbinlitabmas, DIKTI, DEPDIKNAS.

2.

3.

Isi Halaman Belakang Fungsi Usaha Spesifikasi dan Gambar Produk Lain-lain Alamat Unit UJI Kertas selebar 2,5 cm (perhatikan contoh) tidak diisi kalimat dan gambar, hanya diberi warna dasar
2,5 cm 2,5 cm

4.

Halaman Muka Hal ini perlu dilakukan karena Profil Usaha akan dijilid
5.

Halaman Belakang

Profil usaha diserahkan ke Ditbinlitabmas, Dikti sebanyak 50 eks pada tahun kedua pelaksanaan kegiatan UJI, sebagai bahan promosi dan untuk dimuat dalam Jurnal Pengembangan dan Penerapan Teknologi yang diterbitkan Ditjen Dikti.

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

222

e. Penilaian Laporan
FORMAT PENILAIAN EVALUASI PRESENTASI TAHUNAN

(Penyajian Hasil Tahun Anggaran Berjalan dan Rencana Tahun Berikut)
PROGRAM UNIT USAHA JASA DAN INDUSTRI (UJI)

I. Identitas Kegiatan
1. 2. Judul Kegiatan Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap dan Gelar b. NIP c. Jabatan/Golongan d. Perguruan Tinggi Unit Kerja Biaya Total (Tahun Anggaran Berjalan) Biaya Dikti Biaya Perguruan Tinggi Sumber Lain ……………………….. : ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. : ................................................. : .................................................

3. 4.

II. Kriteria Penilaian
KRITERIA 1. Penyajian ACUAN Kesiapan materi Audio-visual yang digu- nakan Cara penjelasan Cara menjawab perta- nyaan Kesesuaian imple-mentasi program dengan rencana Tingkat ketercapaian sasaran BOBOT 20 SKOR NILAI

2. Luaran Tahun

20

3. Rencana Tahun Berikutnya

4. Prospek Memperoleh Kredit Usaha

Implementasi Ipteks Luaran yang akan di-capai Prospek keuntungan Metode pelaksanaan Kelayakan anggaran yang diminta Kemungkinan memper-oleh kredit usaha dari berbagai sumber Jumlah

50

10 100

Hasil Penilaian: Diterima / Ditolak* Alasan Penolakan: a, b, c, d, e, f, g, h, i, j (lainnya sebutkan ............................) Catatan Penilai: .................................................................................................................................. Kota, tanggal bulan tahun Penilai, Nama dan tanda tangan
Keterangan: Skor : 1, 2, 4, atau 5 (1= sangat kurang, 2= kurang, 4= baik, 5= sangat baik) Nilai = Batas penerimaan 300 *) Coret salah satu Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

223

F.

Penjelasan Alasan Penolakan
Presentasi Tahunan

Alasan Penolakan Evaluasi

No 1.

KRITERIA Penyajian a. b.

INDIKATOR PENILAIAN Kesiapan materi Audio-visual yang digu nakan Cara penjelasan Cara menjawab pertanyaan Kesesuaian imple-mentasi program dengan rencana Tingkat ketercapaian sasaran Implementasi Ipteks

HASIL PENILAIAN a. Kesiapan materi yang disajikan kurang baik b. Audio-visual kurang bermutu c. Penyajian tidak atau kurang jelas d. Pertanyaan tidak dijawab dengan langsung dan tepat e. Program menyimpang dari rencana tanpa alasan yang dapat diterima f. Tingkat pencapaian luaran tidak memuaskan

c. d. 2. Luaran Tahun Lalu e.

f.

3.

Rencana Tahun Berikutnya

g.

g.

h. h. Luaran yang akan dicapai i. i. Prospek keuntungan

j. k.

j.

Metode pelaksanaan

Pemilihan Ipteks tidak tepat dan diragukan dapat mendukung program Luaran yang direncanakan tidak jelas dan tidak kuantitatip Produk kurang berpotensi untuk menghasilkan keuntungan Metode pelaksanaan tidak rinci dan tidak jelas Anggaran yang diminta tidak sesuai dengan rencana pekerjaan

4.

Prospek Memper-oleh Kredit Usaha Lainnya

5

Kelayakan anggaran yang diminta l. Kemungkinan memperoleh kredit usaha dari berbagai sumber m. alasan lain

k.

l.

Kurang layak untuk permintaan kredit usaha

m. Harap dituliskan dengan rinci

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

224

6. Contoh Judul Unit Usaha Jasa dan Industri

a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l.

Usaha Jasa Pengelolaan dan Implementasi HKI, Karya Ilmiah dan Teknologi ITB. Konsultan Desain ITS. Produksi Alat dan Mesin Pertanian IPB. Unit Usaha Industri Jamur Merang dan Pemanfaatan Limbahnya menjadi Pupuk Biologis, UNSOED Industri Aqua Bebas Mineral PT Tirta Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Unit Jasa dan Industri Makanan Ringan Sereal Ekstrusi di UNIKA Soegijapranata. Pusat Pengembangan Agribisnis dan Agroindustri Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Jember. Manufaktur Mesin Produksi dan Komponen Otomotif, Polman Bandung. IT Center, UBAYA. Usaha Jasa Layanan Kedokteran Gigi, USU. Sertifikasi Produk Pangan, UNAIR. Usaha Bakery, Poltek Negeri Jember.

Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

225




Read On 0 comments

Proposal Rehabilitasi Peningkatan Akses

Monday, March 30, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

1. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal maka diperlukan proses pemelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pemelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pemelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas.

2. Ruang kelas sebagai tempat rombongan belajar melakukan aktivitas pemelajaran memiliki peranan yang strategis dalam rangka menciptakan suasana dan rasa belajar bagi para siswa. Keberadaannya membawa dampak yang lebih luas seperti, rasa aman, rasa memiliki, ketenangan dan hal-hal positif lainnya.

3. SMK Prajnaparamita Malang sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan di kota Malang juga merasakan betapa pentingnya keberadaan ruang kelas sebagai salah satu unsur penentu keberhasilan proses pemelajaran. Sekolah yang memiliki siswa 420 orang yang terbagi dalam 12 kelas (rombongan belajar) ini saat ini memiliki 10 ruang kelas, sehingga idealnya masih membutuhkan 2 ruang kelas lagi dan 1 ruang praktik.

4. Dari 10 ruang kelas yang ada 2 kelas dan 1 ruang praktik diantaranya tidak layak pakai karena kondisi bangunan yang rusak.

5. Bertolak dari pemikiran di atas maka SMK Prajnaparamita Malang menganggap bahwa pembangunan ruang kelas baru di SMK Prajnaparamita Malang adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk diwujudkan. Untuk itulah kami mengajukan PROPOSAL IMBAL SWADAYA REHABILITASI PENINGKATAN AKSES SMK PRAJNAPARAMITA MALANG.

B. Visi dan Misi

Visi

Menjadi Pusat Diklat Sertifikasi (Centre of Training and Certification) yang unggul dalam mewujudkan lulusan yang Profesional, Adaptabel, Responsif dan IMTAQ.

M i s i

Untuk mencapai msi tersebut di atas maka misi yang telah ditetapkan dan hendak dituju oleh SMK Prajnaparamita Malang adalah :

· Mengembangkan Keunggulan melalui Keprigelan, Ketelatenan dan Kebersihan dengan mengedepankan Kemandirian dan Kreatifitas serta menumbuhkan rasa Kejujuran dan Kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

· Meningkatkan pemahaman warga sekolah pelaksanaan kurikulum SMK KTSP

· Meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan bidang tugasnya

· Meningkatkan Sekolah Dengan Sarana Yang Memadai


C. Tujuan dan Sasaran

Pembangunan ruang kelas baru di SMK Prajnaparamita Malang bertujuan:

a. Memberikan tempat belajar siswa dengan segala perlengkapannya.

b.Menghindari mobilitas siswa pada saat jam efektif sehingga waktu yang tersedia dapat digunakan untuk belajar secara optimal.

c. Agar pelaksanaan praktik sesuai dengan tingkat kemampuan siswa tanpa adanya alasan keterbatasan tempat di sekolah.

Adapun sasaran kegiatan ini adalah :

a. Rehabilitasi 2 ruang kelas.

b. Membenahi penampilan ruang kelas yang direhab.


BAB II

PROGRAM REHABILITASI PRASARANA

A. Tahap perencanaan

a. Melakukan pendataan kondisi bangunan

b. Membuat gambar sesuai kebutuhan rencana rehabilitasi terdiri dari:

· Tata letak bangunan

· Denah, tampak, potongan

· Instalasi listrik penerangan

· Instalasi air bersih dan air kotor

· Gambar detail meliputi antara lain : kolom, atap, kosen, dan kuda-kuda dll.

c. Menyusun analisis kebutuhan bahan dengan jenis dan kwalitas sesuai dengan kondisi setempat, analisa harga satuan dan tenaga kerja;

d. Membuat RAB pekerjaan rehabilitasi sekolah;

e. Membuat rencana waktu pelaksanaan pekerjaan;

f. Menyusun rencana kebutuhan tenaga kerja.

B. Tahap pelaksanaan

a. Mengarahkan dan membimbing secara periodik kepada pelaksana selama pekerjaan berlangsung.

b. Memeriksa dan membuat laporan kemajuan pekerjaan terhadap hasil pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan oleh pelaksana.

c. Memantau dan membuat laporan harian, mingguan dan bulanan pelaksnaan pekerjaan kepada tim rehabilitasi.

d. Membuat foto perkembangan fisik pekerjaan rehabilitasi yang menunjukan kondisi awal (0%), menengah (50%) dan akhir (100%).

C. Objek Rehabilitasi

Objek rehabilitasi adalah dua buah ruang kelas sesuai dengan analisis tingkat kerusakan bangunan terlampir.
BAB III

P E N D A N A A N

A. Rencana Pembiayaan Ruang Kelas Baru secara Keseluruhan

Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan ruang kelas baru secara keseluruhan adalah sebesar Rp 350.000.000,00 (Tiga ratus juta ribu rupiah) dengan rincian anggaran biaya terlampir.

B. Pembiayaan yang Dibebankan kepada Pemerintah Tahun 2007

Pada tahun 2007 pembiayaan yang dibebankan kepada pemerintah sebesar Rp 280.000.000,00 (Dua ratus delapan puluh juta rupiah).
BAB V

P E N U T U P

Akhirnya kami berharap bahwa proposal ini mendapat persetujuan sehingga Pembangunan Ruang Kelas Baru di SMK Prajnaparamita Malang segera dapat direalisasikan guna menciptakan suasana proses pemelajaran yang kondusif dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan secara maksimal, Amien.

Malang, 30 Maret 2007

Menyetujui, Kepala SMK Prajnaparamita Malang,

Ketua Komite Sekolah

H.M. Eddi Widodo H.M. John Nadha Firmana, SH


DAFTAR LAMPIRAN

1. Analisis Tingkat Kerusakan Bangunan

2. Foto – foto Fisik

3. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

4. Surat Pernyataan Dana Pendamping

5. Surat Pernyataan Pelaksanaan dengan Swakelola

6. SK Tim Rehabilitasi

7. Data Siswa

8. Foto Copy Rekening Sekolah

Read On 0 comments

contoh proposal pengajian akbar

Thursday, February 19, 2009
PROPOSAL KEGIATAN
ISTIGOSAH DAN PENGAJIAN AKBAR
MUSLIMAT PAC PRINGSEWU


I. PENDAHULUAN

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alllah SWT semoga dengan diadakannya acara istigosah dan pengajian akbar dapat memanjatkan doa bersama dan saling mendoakan agar selalu dilindungi oleh Allah SWT. Dan semoga dalam acara ini semua jamaah pengajian dapat mengevaluasi diri dan selalu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Dan kami PAC Muslimat Pringsewu memiliki harapan besar semoga acara kita ini dapat berjalan dengan lancar dan seluruh warga lampung khususnya Kabupaten Tanggamus dapat damai dan sejahtera amin dan harapan besar kami dengan diadakannya istigosah ini mengingatkan kita seluruh kaum muslimin dan muslimat agar selalu bersilahturahmi menjalin ukhuwah islamiah antar sesama individu kelompok dan seluruh lapisan masyarakat Tanggamus Lampung.

Jalinan ukhuwah islamiah harus kita tingkatkan untuk majunya suatu daerah tebarkan senyum, sapa, santun, dan saling menghormati dan menyayangi antar umat tanpa melihat setatus dan golonan, ras, dan suku karena kita masih satu agama dan tergolong hamba Allah yang selalu dilindungi dan diberikan hidayah agafr selalu bisa membedakan mana yang mahmudah dan mana yang mazmunah. Karena hal ini menjadi jembatan awal untuk kesuksesan suatu bangsa.

Kiranya ini tujuan besar yang harus kita jalankan baik dari lapisan masyarakat yang kecil sampai pada daerah, bangsa dan negara. Karena ibu – ibu pengajian yang berkualitas, unggul dan beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT.

Hanya ini yang bisa kami haturkan dengan harapan besar semoga acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan kita bersama” amin ”.



II. TUJUAN KEGIATAN

1) Menjalin silahturahmi antar muslimat se Kecamatan Pringsewu.
2) Istigosah bersama sebagai refleksi diri terhadap keimanan dan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
3) Mendoakan seluruh rakyat Lampung agar damai dan makmur sejahtera
dan selalu dilindungi oleh Allah SWT.
4) Dakwah islam dengan inti pengajian yang menyentuh dengan realitas
kehidupan masyarakat Di Tanggamus.

III. PESERTA / UNDANGAN

Peserta istighoah beasal dari kelompok pengajian/majelis ta’lim yang dibina oleh Muslimat aupun diluar Muslimat yang terdiri atas :
1. PAC Pringsewu 6. PAC.Adiluwih
2. PAC Pugung 7. PAC.Pugung
3. PAC Pardasuka 8. PAC.Ambarawa
4. PAC Gading 9. PAC.Cuku Balak
5. PAC Banyumas 10.PAC.Sukoharjo
Majelis ta’lim diluar Muslimat a.l :
1.PPIWIP : Annisa, Aisiah, Dan Alhidayah,
2.Tokoh Masyarakat
3. Risma.

IV. WAKTU DAN JENIS KEGIATAN

A. Jenis kegiatan : Istighosah dan Pengajian Akbar
Thema : Dengan Istigosah dan Pengajian Akbar kita
tingkatkan ukhuwah islamiyah antar Muslimin dan Muslimat Kab. Tanggamus
B. Waktu kegiatan : Sabtu, 3 Mei pukul 10.00 WIB s/d selesai
C. Tempat kegiatan : Pendopo Kecamatan Pringsewu






V. ANGGARAN


ANGGARAN BIAYA ( RAP )
PELAKASANAAN KEGIATAN ISTIGHOSAH &
PENGAJIAN AKBAR

Biaya- Biaya
a. Pengeluaran
1. Kesekretariatan
1 Buah setempel @Rp20000 Rp 20000
2 Rem HVS @Rp25000 Rp 50000
2 Rem Amplop Besar @Rp 17000 Rp 34000
Pembuatan Proposal @Rp 50000 Rp 50000
Sebar Undangan Rp 150000
Surat Menyurat Rp 100000
Penggandaan Proposal 30x@Rp5000 Rp 150000
Tanda Panitia 40x@Rp 5000 Rp 150000 +
Jumlah Rp 704000
2. Perlengkapan
1. Seksi Sound System Rp 1000000
2. Seksi Tarup 30 Unit @Rp60000 Rp 1800000
3. Seksi Kursi 4000 Buah @Rp500 Rp 2000000
4. Seksi Panggung Rp 200.000 +
Jumlah Rp 5000000






3. Konsumsi
1. snack Pengunjung Rp 4000000
2. Snack Tamu VIP Rp 1000000
3. Makan Panitia & Tamu VIP Rp 2000000 +
Jumlah Rp 7000000

4. Humas
1. Transportasi Undangan Rp 400000
2. Transportasi Peserta Istighozah Rp 4.000000 +
Jumlah Rp 8 000.000
5. Dekorasi, Dokumentasi & Publikasi
1. 5 Spanduk @Rp100000 Rp 500000
2.Fideo Shoting Rp 150000
3. Dekorasi Rp 200000
Jumlah Rp 850000

Rekapitulasi
Kesekretariatan Rp 704.000
Perlengkapan Rp 5.000.000
Konsumsi Rp 7.000.000
Humas, Transportasi Rp 8.000.000
Dekorasi, Dokumentasi & Publikasi Rp 850.000 +
Total Dana Rp 21.554.000

Keperluan untuk pelaksanaan yang berbentuk

1. Buku istigosah yang berlogo Bpk. Sjachroedin ZP, beserta Ibu.
2. Cindramata berbentuk jilbab / pin bergambar Sjachroedin ZP atau
gantungan kunci / kipas bergambar Bpk. Sjachroedin ZP



VI. PENUTUP

Demikian proposal ini kami sampaikan untuk Diketahui dan agar menjadi bahan pertimbangan.
Akhirnya, pada semua pihak yang telah membantu terlaksananya program ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa meridhloi rencana kita. Amin ya robbal alamin.



Pringsewu, 8 Maret 2008

Panitia Pelaksana
Istigosah Dan Pengajian Akbar

Ketua Sekretaris


Ny.Samsinah S.Pd. Khoiriya Ulfah,S.Pd.I.



PAC Muslimat Pringsewu


Dra. Badariyah
Read On 1 comments